Selasa, 28 Februari 2017

“ KETIKA KEPERGIANMU MEMBAWA LUKA ”


   Selepas kau pergi, kupikir aku akan baik-baik saja. Akan meneruskan perjalanan hidupku. Namun ternyata tidak, aku masih saja terbayang-bayang kenangan kita yang dahulu terlihat bahagia. Apakah kau tak mengingat masa-masa kita berdua?. Apakah kau tak ingat betapa lucunya kisah kita? Mengapa kau sangat cepat pergi. Mengapa kau sangat cepat melupakan kisah kita?
   Ya, mungkin aku hanyalah serpihan masa lalu yang sudah kau lupakan. Tapi aku disini dengan perasaan yang sama dan hati yang sama. Aku bagaikan debu yang terbawa arus angina. Yang terus di dera kesedihan, bahkan aku tak tahu bagaimana cara akku melupakanmu. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan agar aku tidak memikirkanmu. Setidaknya untuk saat ini.
   Tak mudah begitu saja aku menjauh dari dirimu yang pernah hadir dan membuat senyum di pipiku. Betapa hancurnya hatiku ketika kau pergi meninggalkanku dan begitu cepat kau melupakan kisah-kisah kita. Sayangnya aku lupa berdoa untuk memintamu bersama ku selamanya, bukan hanya sementara. Hatiku saat ini bagaikan kepingan-kepingan sampah yang berserakan.
   Aku selalu berdoa untuk melewati semua ini, tapi mengapa kau selalu muncul dalam pikiranku? Aku tak pernah minta kau untuk selalu muncul dalam pikiranku. Tapi kau selalu hadir dalam otakku. Yang membuatku tak pernah bisa melupakanmu. Andai saja hatiku sekuat baja mungkin aku bisa dengan mudah melupakanmu.
   Dan saat ini aku masih terdiam dengan kesedihanku, aku lemah… ya lemah. Aku tidak bisa membohongin hatiku, bahwa hatiku masih tetap untukmu, tetap untuk kamu yang dulu selalu menghiasi duniaku. Aku tidak baik-baik saja. Hatiku hancur. Terbawa deras arus air dan terjatuh untuk kesekian kalinya. Aku bagaikan manusia yang tak punya arah.
   Kini, aku hanyalah sebuah kenangan yang sudah kau lupakan. Ya.. sudah kau lupakan. Tak akan pernah muncul kembali dalam memori kenanganmu. Aku hanya orang yang tak akan pernah kau ingat kembali di masa depanmu.

   Aku.... Masa lalu mu...